Pengaruh Filsafat terhadap Heterodoksi Teologi Islam

Iswahyudi Iswahyudi

Abstract


Abstract: This article elaborates philosophy that runs into Islamic theology. Islamic theology could not be separated from all outer side. Those were not derived from revelation. Theological orthodoxy argued that each argument of divinity was taken from the revelation. They also consider that others were fault. Then those were categorized into heterodox. Heterodox was killed cruelly for instance al-H}alla>j, Suhrawardi, Siti Jenar. This acrticle describes critical approach and the data were analyzed through philosophical analysis. The article concludes that mostly, theological heterodoxy was inspired by philosophy such Plato, Aristotle and Plotinus. These philosophers delivered some convincing and satisfying arguments about God. Philosophy that characteristically has radical, comprehensive, systematic, independent and speculative delivering the basic insights of orthodox. Philosophy had given theological heterodoxy basis in some aspects such God is impersonal, non-spatial relation between God and creatures, and incretions view of the universe. Finally, this article assumes that heterodox point of view is useful to establish the principle of dissensus truth (mostly disagreement) in the plural-paced life.

الملخص: تبحث هذه المقالة فى التفكير الفلسفي الذي يؤثر على العقيدة الإسلامية. العقيدة الإسلامية كنتيجة الفكرة لا يمكن فصلها عن جميع المؤثرات الخارجية لا يستمد جميع مصادرها من الوحي. فرقة دينية أرثوذكسية تستند حجته على الوحي الألوهية تنظر على أن الفكرة التي تخرج من المصادر الأخرى خاطئة. وهذا يؤدي إلى النظر أن الفرقة الألوهية أخرى (هيتيرودوكس) تعتبر مجموعة مبتدعة وهي منحرفة. وحكمت فرقة دينية أرثوذكسية على فرقة هيتيرودوكسية بالقتل، وهذا كما وقع على الحلاج وشهراوردي وستي جنار. من خلال المنهج الوصفي النقدي والتحليل الفلسفي، يخلص الكاتب إلى أن الفكرات العديدة من فرقة هيتيرودوكسية لاهوتية تؤثر من فلسفة أفلاطون وأرسطو وأفلوطين. وقد أعطت الفلسفة أساس هيتيرودوكسية لاهوتية في بعض النواحي، ومن بعض رأيهم أن الله هو شخصي، وكانت العلاقة بين الله والخلق غير المكانية، والنظرة غير الإبداعات فى الكون.  وهذا الرأي مفيد لترسيخ مبدأ الحقيقة التي لا توافق الأغلبية في حياة متعددة.

Abstrak: Artikel ini akan mengelaborasi pemikiran filsafat yang masuk ke dalam teologi Islam. Sebagai hasil pemikiran, teologi Islam tidak bisa dilepaskan dari pengaruh luar yang tidak semuanya murni bersumber dari wahyu. Kelompok ortodoksi teologis, sebagai kelompok yang menganggap setiap argumen ketuhanan diambil dari wahyu, menganggap pemikiran dari sumber lain dianggap sebagai kesalahan. Para pengusung argumen ketuhanan lain tersebut kemudian dianggap sebagai kelompok heterodoks, yaitu kelompok yang menyimpang. Dengan kejam, kelompok ortodoks menghukum kelompok heterodoks dengan pembunuhan, al-H{alla>j, Suhrawardi, Siti Jenar adalah beberapa kasus yang bisa diberikan. Melalui pendekatan diskriptif kritis dan analisis filosofis, penulis berkesimpulan bahwa heterodoksi teologis banyak diinspirasi oleh filsafat, baik dari Plato, Aristoteles maupun Plotinus. Para filsuf ini memberi argumen yang meyakinkan dan memuaskan akal pikiran tentang Tuhan. Filsafat yang memiliki watak radikal, menyeluruh, sistematis, bebas dan spekulatif mempertanyakan pandangan-pandangan dasar ortodoksi. Filsafat telah memberi basis heterodoksi teologis dalam beberapa hal, yaitu pandangan bahwa Tuhan bersifat impersonal, relasi non spasial antara Tuhan dengan makhluk dan pandangan non kreasi semesta. Akhirnya, artikel ini menyimpulkan bahwa heterodoks ini berguna untuk membangun prinsip kebenaran disensus (kebenaran yang tidak harus disepakati oleh mayoritas) dalam kehidupan yang serba plural.


Keywords


Tuhan Impersonal; Teologi Negatif; Relasi Pelimpahan; Non Kreasi Semesta

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/altahrir.v17i1.883

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Al-Tahrir indexed by:

                     
______________________________________________________

AL-TAHRIR: JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats