Ideologi Gerakan Politik Islam Di Indonesia

Kunawi Basyir

Abstract


Seiring dengan perkembangan dan perubahan setting sosial politik pasca Orde Baru  (Orba) tanpa diduga memberikan ruang bagi berkembangnya wacana pro dan kontra masalah demokrasi di Indonesia. Tiap-tiap kelompok mengajukan argumentasi untuk mengukuhkan pendirian mereka, sayang argumentasi yang dibangun tidak lagi ditujukan untuk berusaha meyakinkan wacana tersebut akan tetapi melakukan stigmatisasi satu sama lain.  Kiranya perdebatan (diskursus) wacana tentang politik Islam yaitu “hubungan antara Islam dan Negara”  menjadi pemicu adanya pro dan kontra terhadap pemberlakukan demokrasi di Indonesia,. Tema tersebut menjadi tema perdebatan yang belum terselesaikan. Perbedaan yang mendasar di kalangan internal yang diikuti oleh sikap antagonistik sejumlah kelompok Islam yang secara aksiomatik menolak dan menerima  gagasan demokrasi di Indonesia ini saling beradu konsep dan gerakan dengan mengusung isu yang berbeda. Bagi kelompok fundementalis mengusung isu khilafah dan atau syariat Islam  sedang kelopok Islam modernis mengusung isu demokrasi sebagi jargon idiologi gerakan politiknya. Dengan demikian Indonesia menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi kalangan akademisi untuk mengkajinya.


Keywords


idiologi, politik, Islam.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v16i2.423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Al-Tahrir indexed by:

                     
______________________________________________________

AL-TAHRIR: JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats