Ideologi Gerakan Politik Islam Di Indonesia

Kunawi Basyir

Abstract


Abstract: Entering to modern era constitutes one big challenge in which beside it is considered as a resurrection era through which it is fully engaged with religious thoughts, social conflict happened in many places is also suspected as another factor coming along with it. Thought religion is not the only factor, but religious thought plays important role with the result that the world comes into ongoing critical period. They have arrived to primordial solidarity area which constitutes the weak point of the life of the nation. The royalty of religious followers toward their religion in negative ways tend to bear such exclusive ideology which produces internal conflict among interreligious people. As Indonesia today’s condition, different understanding and religious practice become a big trouble which is hard to unite so that it causes unforthcoming political flames. Fundamental problem about that is a problem related to different understandings toward state and religion relationship. In one hand, it said that religion constitutes part of state but in other hand, both religion and state are different instead of undivided things. Looking at such phenomenon, this writing will try to read and to analyze the ideology of Islamic political movement in Indonesia since old order, new order and post reformation.

الملخص: ظهرت النهضة الفكرية الدينية مع ألوان التصادم الاجتماعي في القرن الحديث في أي مكان. والدين ليس عاملا واحدا الذي يساعد علي الدور الفكري الديني حتى بدأ العالم يدخل في الأزمة المستمرة. بدأ الناس يعرفون في الجانب التسامحي البدائي الذي يكون نقطة ضعيفة في الحياة الدولية والوطنية. التعصب في طاعة الأمة علي دينها سليبا يظهر الإيدولوجية المغلقة التي تولد التعارض الداخلي والتزعة بين الأمة المتدينة كما قد وقعت في أندونيسيا المخالفة في التفاهم والعملية الدينية تصير مسئلة صعبة في توحدهم بل تعرض المتهيج السياسي المستمري. المسئلة الأساسية هي المخالفة في التفهم علي علاقة الدين والدولة. وفي الجانب، أن الدين هو من الدولة والآخر  أن الدين مخالف بالدولة ولكنه لا يتجزأ منها. نظرا علي هذ القضايا هذه المقالة تبحث وتحلل علي إيدلوجية الحركة السياسية الإسلامية في أندونسيا منذ عصر الجمهور القديم والجديد وعصر الجمهور عقب الإصلاح.

Abstrak: Memasuki abad modern merupakan era kebangkitan pemikiran keagamaan yang dibarengi dengan maraknya konflik sosial di mana-mana. Walaupun agama bukan satu-satunya faktor utama, dalam eskalasinya pemikiran keagamaan memainkan peranan penting sehingga dunia mulai memasuki periode krisis yang berlangsung secara terus-menerus, mereka sudah mulai masuk pada wilayah solidaritas primordial yang merupakan titik lemah dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesetiaan umat terhadap agamanya secara negatif cenderung melahirkan ideologi eksklusif yang dapat melahirkan konflik intern dan antarumat beragama. Sebagaimana yang terjadi di Indonesia perbedaan pemahaman dan praktik keagamaan menjadi persoalan yang sulit untuk dipersatukan sehingga menimbulkan gejolak politik yang tidak kunjung datang. Persoalan yang mendasar dalam hal ini adalah masalah perbedaan pemahaman terhadap hubungan  agama dan negara, Satu sisi memandang bahwa agama meupakan bagian dari negara, sedang satu sisi memandang bahwa antara agama dan negara adalah berbeda tetapi keduanya tidak bisa dipisahkan. Melihat fenomena ini maka tulisan ini akan membaca dan menganalisis ideologi gerakan politik Islam di Indonesia sejak Orde Lama, Orde Baru, dan pasca reformasi.


Keywords


Islam; Negara; idologi; HTI; MMI; FPI

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v16i2.423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Al-Tahrir indexed by:

                     
______________________________________________________

AL-TAHRIR: JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats