Fundamentalisme Pendidikan Agama di Jejaring Sosial

Muhamad Tisna Nugraha

Abstract


Abstract: Social Media is like two sides of the same coin; has positive and negative sides. As for a positive side, it is used to share information, technology and scientific issues as well as maintain social relationship; on the other side, it may be a means of spreading intolerant notions   toward diversity. Furthermore, these notions may become exclusive fundamentalism which is anti-criticism, especially when it contains political, economic, and legal interests, and even worst, if it involves aninterpretation of religious verses. This paper is a library research based on social phenomenology approach which aims to give solution to problems of religious fundamentalism before turning into radicalism and vandalism. There are two possible solutions. Firstly, social media should provide balance information in order to avoid old orientalism prejudice; second, it should show Islam objectively; it should be according to Islamic law not western thought and culture (ghazw al-fikr wa ghazw ats-thaqafi).

الملخص: يمكن تشبيه وسائل التواصل الاجتماعية بعملة ذات الوجهين، الايجابية والسلبية. من الجانب الإيجابي فتكون وسائل الإعلام الاجتماعية مكانا لمشاركة المعلومات والتكنولوجيا والمناقشة العلمية ومحلا لصلة الرحم بين مستخدميها في الفضاء السيراني. ومع ذلك، من ناحية أخرى، فقد تجعل هذه الوسائل محلا لغرس المفاهيم الدينية الّلاتسامحية. وإذا اتصل الجانب السلبي المصالحَ السياسية والاقتصاد والقانون وحتى في مجال تفسير النصوص المقدسة فإنه سيُولِد أيدوليجية "الأصولية" (fundamentalism) الحصرية والمعادية للنقد. من خلال المدخل الاجتماعي - الظواهري والدراسة المكتبية (library research) تقدم هذه الورقة البسيطة حلاًّ للتغلب على إشكالية  الأصولية الدينية قبل أن تتطور إلى التطرف والتخريب. فهناك شيأن يمكن القيام بهما للتغلب على المشكلات الموجودة. أولا، أن تتخذ وسائل الإعلام موقفا متوازنا أكثر مايمكن حتى لا تنزلق إلى تحيز المشتشرقين القديم.  ثانيا، لابد أن ينظر الإسلام موضوعيا. وأن يتمسك كلُّ مَن يستخدم وسائل الإعلام الاجتماعية  بمصادر الشريعة الإسلامية وأن يكون حازما ضد الأفكار والثقافة الغربية (غزو الفكر  والثقافي) للتغلب على الآثار السلبية من وسائل الإعلام الاجتماعية الحالية.

Abstrak: Media sosial adalah seperti mata uang yang memiliki dua sisi yang sama: sisi positif dan negatif. Sebagai sisi positif, media sosial digunakan untuk berbagi informasi, teknologi dan isu-isu ilmiah serta menjaga hubungan sosial. Di sisi lain, media sosial bisa menjadi sarana untuk menyebarkan gagasan-gagasan intoleran terhadap faham keberagaman. Lebih jauh lagi, gagasan-gagasan ini dapat menjadi fundamentalisme eksklusif yang anti-kritik, terutama ketika mengandung kepentingan politik, ekonomi, dan hukum, dan bahkan akan menjadi lebih buruk, jika melibatkan penafsiran ayat-ayat agama. Tulisan ini merupakan penelitian pustaka berdasarkan pendekatan fenomenologi sosial yang bertujuan memberikan solusi terhadap masalah fundamentalisme agama sebelum berubah menjadi radikalisme dan vandalisme. Ada dua solusi: pertama, media sosial harus menyediakan informasi yang seimbang untuk menghindari prasangka orientalisme lama; kedua, media sosial harus menunjukkan Islam secara obyektif; ia harus sesuai dengan hukum Islam bukan pemikiran dan budaya barat (ghazw al-fikr wa ghazw ats-thaqafi).


Keywords


media sosial; informasi; fundamentalisme; pendidikan agama

Full Text:

PDF

References


Al Hadar, Husein Jafar. Menyegarkan Islam Kita: Dari Ibarhim Sampai Hawking, Dari Adam Hingga Era Digital. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2015.

Al-Barry, M. Dahlan Y., and L. Lya Sofyan. Kamus Induk Istilah Ilmiah. Surabaya: Target Press, 2003.

An-Naim, Abdullahi Ahmed. Muslim dan Keadilan Global. Terj. Jawahir Thontowi. Cianjur: IMR Press, 2013.

Badarussyamsi. “Perbedaan Corak Pemahaman Antara Fundamentalisme dan Liberalisme Serta Dampaknya Bagi Timbulnya Konflik Keagamaan.” Jurnal Al-Tahrir IAIN Ponorogo 14, no. 01 (Mei 2014).

Basyir, Kunawir. “Menimbang Kembali Konsep dan Gerakan Fundamentalisme Islam Di Indonesia.” Jurnal Al-Tahrir IAIN Ponorogo 14, no. 01 (2014).

Daulay, Richard M. Amerika Vs Irak: Bahaya Politisasi Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Ghifari, Iman Fauzi. “Radikalisme Di Internet.” Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya 1, no. 2 (March 2017).

Haq, Fazar Riza ul. Membela Islam Membela Kemanusiaan. Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2017.

Hisyam, Muhammad, and Cahyo. Indonesia, Globalisasi Dan Global Village,. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor, 2016.

“Https://Kominfo.Go.Id, Diakases Tanggal 24 Februari 2018, Pkl. 18.45 WIB,” n.d.

Https://Www.Youtube, Diakases Tanggal 01 Mei 2018, Pkl. 12.30 WIB., n.d.

Iqbal, Muhammad, and Amin Husein Nasution. Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Klasik Hingga Indonesia Kontemporer. Jakarta: Kencana, 2017.

Jurdi, Syarifuddin. Kekuatan-Kekuatan Politik Indonesia.: Konsistensi Ideologi dan Kepentingan. Jakarta: Kencana, 2016.

Kamaruzzaman. Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. Magelang: Yayasan Indonesiatera, 2001.

Kartini, Indriana. “Demokasi dan Fundamentalisme Agama: Hindu di India, Budha di Sri Lanka Dan Islam di Turki.” Yogyakarta: CV Andi Offset, 2015.

Mahendra, Yusril Ihza. Modernisme dan Fundamentalisme Dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama’ah Islami (Pakistan). Jakarta: Paramadina, 1999.

Manan, Abdul. Politik Hukum: Studi Perbandingan Dalam Praktik Ketatanegaraan Islam dan Sistem Hukum Barat. Jakarta: Prena Media, 2016.

Mata Maya Studio. “Perang Browser.” Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2010.

Misrawi, Zuahiri. Al-Qur’an Kitab Toleransi: Tafsir Tematik Islam Rahmatan Lil Alamin. Jakarta: Pustaka Oasis, 2010.

Nugraha, Muhamad Tisna, and Samura. Islam Historis dan Sosial Kultutral. Pontianak: STAIN Press, 2010.

P, Soetarman S, Weinata Sairin, and Loanes Rakhmat. Fundamentalisme Agama-Agama dan Teknologi. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 1996.

Putra, Ega Dewa. Menguak Jejaring Sosial. Serpong, 2014.

Qardhawi, Yusuf. Masa Depan Fundamentalisme Islam. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1997.

S, Darma. Jarot, and Sehnia Ananda. Buku Pintar Menguasai Internet. Jakarta: PT. Trans Media, 2009.

Setiawan, Agus. “Peristiwa Teror 9/11 Dan Fitnah Besar Bagi Umat Islam Dunia,” n.d. https://nusantaranews.co.

Sofia, Hanni, and Budhi Prianto. Panduan Mahir Akses Internet. Jakarta: Kriya Pustaka, 2015.

Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI. “Panduan Optimalisasi Media Sosial Untuk Kementerian Perdagangan RI.” Jakarta: Kementerian Perdagangan RI, 2014.

Triharso, Ajar. “Arab Spring Dalam Tinjauan Globalisasi Dan Demokratisasi.” (Laporan Akhir Penelitian BOPTN, Universitas Airlangga, 2013.

Y, Maryono, and B. Patmi Istiana. Teknologi Informasi Dan Komunikasi, Edisi Pertama. 1. Jakarta: Yudhistira, 2007.




DOI: https://doi.org/10.21154/altahrir.v18i1.1172

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Al-Tahrir indexed by:

                     
______________________________________________________

AL-TAHRIR: JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats