Perkembangan Penerbitan Jurnal Open Access Dalam Mendukung Komunikasi Ilmiah Dan Peranan Perpustakaan

Khaeruddin Kiramang

Abstract

            Sekitar akhir abad ke-20, penerbitan jurnal sebagai salah satu bentuk komunikasi ilmiah (scholarly communication) mengalami masa krisis (serials crisis) yang ditandai dengan meroketnya biaya berlangganan jurnal (ACRL, 2003). Kuatnya kendali penerbitan ilmiah di tangan para konglomerat penerbitan komersial yang berakibat melemahnya kekuatan penerbit berbasis nir-laba dianggap sebagai penyebab utama dari krisis ini. Pesatnya komersialisasi penerbitan jurnal ilmiah serta naiknya biaya penerbitan pada saat itu membuat jurnal ilmiah semakin sulit diakses. Akhirnya, kemampuan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya menurun seiring dengan melemahnya kemampuan untuk melanggan jurnal (B.-C. Björk, 2017).

            Pada saat yang sama, perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mulai menunjukkan dampak yang nyata terhadap perkembangan penerbitan ilmiah. Penyebaran dan penyimpanan dijital informasi ilmiah, termasuk, e-jurnal, membuka peluang penyediaan konten informasi dengan biaya murah dengan mengurangi biaya yang berkaitan dengan pencetakan dan distribusi hard copy. Perkembangan TIK juga membuka potensi untuk mengabaikan peran penerbit tradisional dengan menyajikan jurnal online langsung kepada pembaca. Akibatnya kemudian adalah berkembangnya konsep penerbitan Open Access (OA), sebuah strategi yang dikembangkan dan didukung oleh jaringan ilmuwan, penerbit, dan pustakawan sebagai solusi atas terjadinya krisis jurnal ilmiah. OA dianggap sebagai sebuah solusi yang strategis karena memungkinkan tersedianya “akses online terbuka” untuk karya ilmiah (Harnad, 2005; Suber, 2004).

            Berkaitan dengan hal di atas, tulisan ini akan memaparkan sekilas tentang perkembangan penerbitan jurnal OA dalam mendukung proses komunikasi ilmiah serta peran yang dapat dilakukan oleh perpustakaan dan pustakawan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.