NIKAH SIRRI AND ITS RESPONSES FROM RELIGIOUS COURT: Taking Sides between Acceptation and Refutation

Titis Thoriquttyas

Abstract


Penelitian ini menjelaskan tentang regulasi nikah siri dan tanggapannya dari berbagai segementasi masyarakat, khususnya dari pemimpin keagamaan di Madura. Kriminalisasi pelaku nikah siri menjadi isu yang hangat untk didiskusikan lebih lanjut, dalam konsteks kehidupan sosial dan keagamaan. Antara pihak yang pro maupun kontra terhadap isu tersebut menjadi titik sentral pembahasan dalam penelitian ini, karena kedua sisi tersebut didukung oleh argumentasi yang logis. Kebijakan tersebut dianggap mampu mengurangi permasalahan tersebut serta melindungi hak istri dan anak dari tinjauan hukum, namun disisi lain regulasi tersebut dipandang sebagai bentuk overlapping terhadap hukum Islam dimana memperbolehkan untuk nikah siri. Guna menengahi permasalahan tersebut, posisi dan peranan pemimpin keagamaan dianggap mampu memainkan peran yang signifikan melalui kerangka hukum positif. Lebih lanjutnya lagi, penelitian ini akan memaparkan posisi atas regulasi terhadap kriminalisasi pelaku nikah siri berdasarkan respon dari beberapa responden di Madura dan Peneliti berkeyakinan bahwa pemimpin keagamaan memiliki peluang untuk menyelesaikan permasalahan nikah siri didasarkan atas penjelasan secara keagamaan, sosial dan budaya.

Keywords


Nikah Sirri, Pimpinan Keagamaan dan Kriminalisasi Nikah Siri



DOI: https://doi.org/10.21154/justicia.v14i1.1018
Fatal error: Call to undefined function curl_init() in /home/sloki/user/h26204/sites/jurnal.stainponorogo.ac.id/www/lib/pkp/classes/webservice/WebService.inc.php on line 198